Sandiaga Akan Perkuat Informasi Tentang “Do and Don’t” Bagi Wisatawan di Destinasi

PUSDAYANEWS.COM, JAKARTA – Kementrian  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI mengambil langkah cepat terkait adanya wisatawan mancanegara (wisman) yang berprilaku tak sesuai norman di sejumlah destinasi wisata di Bali beberapa waktu lalu.

Kemenparekraf akan memperkuat informasi tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan (do and don’t) wisatawan saat berkunjung ke destinasi maupun sentra ekonomi kreatif (ekraf) tanah air.

“Informasi ini harus bisa kita sampaikan di tengah upaya kita memulihkan sektor pariwisata dan ekraf. Ditengah upaya itu tentu ada kearifan juga penghormatan kepada adat istiadat daerah setempat. Ini harus bisa terus disampaikan dan disosialisasikan,” kata Sandiaga Uno, Senin 9 Mei 2022.

Menurutnya, beberapa langkah yang akan dilakukan diantaranya diseminasi informasi melalui berbagai saluran media yang dimiliki Kemenparekraf/Baparekraf.

Termasuk dengan memaksimalkan algoritma di sosial media agar informasi yang disampaikan tepat sasaran serta dengan mengajak seluruh pihak terkait turut menyebarkan informasi dan pengelola destinasi juga para pemandu wisata (guide).

“Harapannya sosialisasi ini dapat terus dilakukan kepada wisatawan, sebab ada norma-norma yang harus dijaga. Kita lakukan edukasi karena mungkin di negara asal mereka tidak berlaku norma-norma seperti itu. Edukasi ini harus kita lakukan dengan penuh pembinaan agar ini juga tidak merusak reputasi kita dalam keramahtamahan dan tentunya dalam pemulihan ekonomi kita,” tegas Sandiaga.

Senada, Sekretaris Kemenparwkraf, Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, ada kode etik kepariwisataan yang harus menjadi acuan bagi semua orang. Bukan hanya bagi pengelola atau pemilik destinasi, tapi juga wisatawan.

Hal ini tentu menjadi tugas bersama. Tidak hanya pemerintah tapi juga seluruh pemangku kepentingan (pentahelix) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Mungkin ini agak kurang barangkali yang ada di destinasi tersebut sehingga pengelolanya kemudian guide-nya juga, media pun bisa membantu dalam hal ini jadi semua stakeholder mestinya terlibat dalam hal ini,” kata Ni Wayan Giri Adnyani.

“Tentu wisatawan akan sukarela mematuhi apabila kita memang sudah melakukan edukasi tersebut,” Giri menambahkan.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf I Gusti Ayu Dewi Hendriyani mengajak media untuk turut serta membantu menyebarluaskan informasi ini.

“Di Bali dan berbagai daerah lain terdapat adat istiadat yang memang harus diinformasikan lebih awal kepada wisatawan ketika akan mengunjungi sebuah destinasi. Tentunya ini akan terjadi kolaborasi semua pihak,” Dewi memungkas.

 

Penulis: Nur Cahaya

Editor: Rin

 

 

 

 

About Author

By editorpusdayanews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *