LPPM UHO – PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT INTERNAL UNIVERSITAS HALU OLEO (PKMI-UHO)

PUSDAYANEWS.KENDARI

Foto: Edukasi Pembuatan Disinfektan Ramah Lingkungan Berbasis Nanopartikel Tembaga-Ekstrak Buah Naga Merah di Pondok Pesantren Al Munawarrah yang dilaksanakan tanggal 17 Desember 2022.

Penyebaran Covid-19 harus tetap diwaspadai mengingat penyebaran virus ini masih sangat berpotensi meluas didaerah termasuk di Kabupaten Konawe dan khususnya di Pondok Pesantren Al Munawwarah. Pencegahan penyebaran Covid-18 secara dini perlu dilakukan mengingat Pondok Pesantren Al-Munawwarah memiliki siswa 629 orang yang menjadikannya tidak lepas dari berbagai permasalahan. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui penyediaan disinfektan secara mandiri.

Pentingnya hal tersebut Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo yang diwakili oleh Dr. Abdul Haris Watoni, M.Si. sebagai ketua pelaksana bersama tim anggota dan beberapa mahasiswa melaksanakan kegiatan edukasi pembuatan disinfektan di Pesantren Al-Munawwarah, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan edukasi pembuatan disinfektan ramah lingkungan berbasis nanopartikel tembaga-ekstrak buah naga merah untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di Pondok Pesantren Al Munawwarah, Kabupaten Konawe. Dr. Abdul Haris Watoni, M.Si menyampaikan bahwa untuk tetap waspada terhadap penyebaran virus yang dapat terjadi kapan saja maka dibutuhkan produk antimikroba yang dapat memutus sebaran penyakit yaitu disinfektan. Disinfektan yang dimaksudkan adalah disinfektan dengan metode green chemistry dalam hal ini pemanfaatan ekstrak buah naga merah dan penambahan mnanopartikel tembaga yang mudah dibuat, dapat digunakan sebagai bahan aktif disinfektan ramah lingkungan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, tim LPPM UHO yang dipandu oleh Bapak Dr. Abdul Haris Watoni M. Si telah menyediakan peralatan dan bahan untuk melakukan demonstrasi mengenai pembuatan disinfektan ramah lingkungan berbasis nanopartikel tembaga-ekstrak buah naga merah. Selain itu, para santri juga telah menyiapkan daun bidara yang dapat digunakan sebagai bioreduktor untuk pembuatan disinfektan.

“Ketersediaan bahan baku yang disebutkan tadi maka para santri dan guru Pondok Pesantren Al Munawwarah akan dibimbing dan diedukasi untuk dalam penyediaan disinfektan alami ramah lingkungan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan alami dari sekitar pesantren, contohnya daun bidara.” terang bapak Dr. La Ode Ahmad Nur Ramadhan, M.Si.

“Setelah dilakukan demonstari, para santri juga akan dibimbing untuk melakukan penulisan laporan penelitian berupa karya tulis ilmiah.” terang bapak Dr. Abdul Haris Watoni, M.Si.

Kegiatan dimulai dengan demonstrasi pembuatan disinfektan yang dimulai dari preparasi sampel, ekstraksi dan terakhir formulasi disinfektan. Para santri dibimbing dengan melakukan praktik langsung sehingga dapat memudahkan mereka memahami prosedur pembuatan disinfektan ramah lingkungan. Setelah dilakukan demonstrasi para santri kemudian dibimbing untuk melakukan penulisan karya tulis ilmiah.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Munawarrah, La Bisimi, sangat mengapresiasi kegiatan ini sembari mengharapkan semoga hasil edukasi ini dapat menjadi inspirasi para santri untuk dapat membuat produk sejenis dengan memanfaatkan bahan alam yang ada disekitaran pesantren seperti daun bidara.

20 peserta yang mengikuti kegiatan edukasi ini sangat antusias dan termotivasi untuk mengajukan pertanyaan hingga akhir kegiatan. Sehingga kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan membentuk tim karya ilmiah Pondok pesantren Al Munawwarah untuk dipersiapkan dalam kegiatan COMIC SAINS (Comptition of Chemistry) di Jurusan Kimia FMIPA Universitas Halu Oleo yang selalu diadakan setiap tahunnya. Selain itu pembentukan tim dilakukan untuk mengikuti ajang-ajang yang sama, baik dalam lingkup Kementerian Agama maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada tahun depan. Untuk memperkuat keberlanjutan program kolaborasi, maka telah dilakukan kesepakatan untuk menjalin komunikasi secara intensif antara tim penyelenggara dengan mitra kerjasama, dalam hal ini Pimpinan Pondok Pesantren Al Munawwarah.

By adminpusdayanews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.