Jodoh Telah Tertulis di Lauhul Mahfudz, Ustaz Maulana: Harus Kejar di Sepertiga Malam

PUSDAYANEWS.COM, JAKARTA – Rohima, mantan istri kiwil kini telah resmi menjadi seorang istri dari bule Turki.

Sebelumnya, Rohima berniat mejadi TKW, namun justru di taksir bule Turki. Ini menunjukkan bahwa jodoh itu tidak ada yang tahu.

Selain Rohima, Ada pula kisah seorang Andi (61) asal Pasuruan yang menikahi cinta pertamanya Aini (48) setelah 32 tahun berpisah.

Beberapa waktu lalu juga viral di TikTok, seorang guru SD menikahi mantan muridnya dengan beda usia 12 tahun.

Mereka kenal pada 2011. Sang mantan murid baru berani buka hati untuk guru SD-nya ketika lulus SMA.

Akhirnya hubungan guru SD dan mantan muridnya itu berlanjut sampai pelaminan dan menikah pada 2018.

Seperti dikutip Pusdayanews dari laman Detik.com. Soal jodoh kali ini melihat nasihat dari Ustaz Nur Maulana dalam Islam Itu Indah. Jodoh itu ibarat nasi yang tidak mungkin bisa masuk ke mulut. Sudah pasti ada nasi, tapi harus melewati proses untuk bisa dikonsumsi.

Banyak yang mempertanyakan jodoh yang disebut sudah tertulis di lauhul mahfudz, kita tunggu saja atau harus tetap dikejar? Berikut penjelasan lengkap Ustaz Nur Maulana:

Apakah jodoh itu perlu dikejar atau menunggu saja? Di sinilah peranan kita untuk mengatur hidup kita. Makanya ada akal bagaimana untuk kita bisa berpikir.
Jodoh bagian dari takdir, jodoh, rezeki, ajal sudah ditentukan dalam lauhul mahfudz, dan bisa jadi Allah bisa mengubah sesuai kehendak.

Dua malam yang kita nantikan, yaitu malam lailatul qadar dan malam nisfu sya’ban. Ada dua malam kita diberikan kesempatan, untuk dalam artian, ada doa setiap hari kan ada sepertiga malam, bahkan ada kekuatan doa itu tarik menarik dengan takdir tersebut.

Jodoh itu sudah ada, tinggal bagaimana kita menyikapi atau mengejar, atau memenuhi takdir kita. Makanya kita ini menjalani hidup aja, tinggal bagaimana kita berusaha menjemput takdir. Sekali lagi tetap berbaik sangka dengan takdir tersebut.

Makanya berkeluarga itu punya ilmu. Harus ada ilmunya. Jangan cuma sekadar mempermainkan pernikahan.

Setiap ucapan adalah doa. Makanya berbaik sangka saja kepada Allah. Saya terus terang, kata orang telat jodohnya. Karena saya 34 baru nikah. Telat jodoh, singkat jodohnya, karena 10 tahun 5 bulan 12 hari kemudian almarhumah (istri) berpulang ke Rahmatullah.

Ibaratnya penantian 14 tahun (Ustaz Nur Maulana) menanti (jodoh) ternyata 10 tahun saja kita jalani. Itu takdir Allah, tapi hasilnya ada empat (anak) kan.

Mohon izin kepada kita semua belajarlah untuk berbaik sangka pada takdir yang Allah berikan. Ada jodoh yang disegerakan, ada jodoh yang ditempatkan tepat waktunya, kalau kamu dikasih sekarang nanti kau bermasalah.

Ada orang terlalu memaksakan kehendaknya, jadinya nafsu. Jodohnya bukan karena Allah, tapi karena nafsu karena dia memaksakan dirinya.

Makanya dalam Islam tidak dibenarkan pacaran karena ada umbaran nafsu di situ, ada keinginan sesaat. Makanya ada jodoh yang disegerakan, ada jodoh yang diberikan ditempat pada waktu yang tepat, dan ada yang tersimpan karena sesungguhnya Allah tidak mengubah sesuatu kalau bukan kita yang berusaha pada diri kita.

Mohon maaf, Jodoh sudah ada tinggal bagaimana baik tidaknya kita, pintar bodohnya, kaya miskinnya dari usaha kita. mau langgeng? ada usaha. cinta itu ada tinggal gimana kita memupuk cinta itu.

Pohon itu tumbuh, bunga itu tumbuh cuma apakah dia liar, atau jadi masalah, atau sarang penyakit atau jadi indah kelihatan untuk kita hiasi jadi taman atau hutan.

Penulis: Aryani fitriana

Editor: Rin

By editorpusdayanews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.