Februari 2022, BPJamsostek Hadirkan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan 

PUSDAYANEWS.COM, KENDARI – Badan Penyelenggara Jaminan sosial ketenagakerjaan (BPJamsostek) bakal mengeluarkan program terbaru yaitu program jaminan kehilangan pekerjaan pada Februari 2022 mendatang.

Kepala BPJamsostek Sulawesi Tenggara (Sultra), Minarni Lukman mengatanga jaminan kehilangan pekerjaan diberikan kepada pekerja yang mengalami PHK dari perusahaan.

“Penerima jaminan tersebut harus memenuhi syarat dimana syarat dan ketentuannya perusahaannya perusahaan besar dan menengah wajib mengikuti empat program di BPJS ketenagakerjaan,” Jelasnya, Rabu 19 Januari 2022.

Program yang harus di ikuti untuk mendapatkan jaminan kehilangan pekerjaan yaitu kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua atau pensiun ditambah jaminan kesehatan nasional yaitu program BPJS Kesehatan.

“Nah, secara otomatis nanti program itu akan mengikuti program jaminan kehilangan pekerjaan itu secara otomatis di Februari 2022,” pungkas Minarni.

Dikatan, jika ada karyawan mengalami PHK dengan masa kerja minimal satu tahun maka berhak atas manfaat jaminan kehilangan pekerjaan.

“Perlindungan kehilangan pekerjaan memiliki manfaat yaitu akan diberikan tunjangan bisa diberikan selama 6 bulan, 3 bulan pertama akan mendapatkan 40 persen daripada gajinya dengan batas maksimal Rp 5.000.000 kemudian setelah bulan ke tiga sampai bulan keenam itu 20 persen,” jelasnya

Latar belakang adanya program ini karena kondisi sekarang, yaitu kondisi pandemi covid-19 yang dialami Indonesia bahkan dunia yang mengakibatkan banyaknya pekerja yang mengalami PHK oleh perusahaan.

“Nah, karena ini Pemerintah memberikan jaminan kehilangan pekerjaan sebagai bentuk hadirnya pemerintah,” pungkasnya

Dikatakan, pada masa itu juga diberikan para penerima jaminan akan di berikan pelatihan-pelatihan oleh Dinas Tenaga Kerja terkait untuk bagi pekerja yg mengalami diberikan pelatihan untuk penempatan untuk usaha atau kerja yang baru.

“Untuk Sulawesi Tenggara secara formal dan nonformal, pekerjaan jasa konstruksi dan seluruh tenaga kerja dan pekerja migran Indonesia tahun kemarin kami baru 32% kita berharap bisa sampai dengan 90% lebih luas untuk bisa memberikan coverage yang lebih luas,” Minarni memungkasi.

 

Penulis: Nur Cahaya

Editor: Rin

By editorpusdayanews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.