DPRD Sultra Janji Berikan Solusi Kepada Pengendara Truk Odol

PUSDAYANEWS.COM, KENDARI – Forum Sopir Truk Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi demo di Kantor DPRD Sultra untuk menyuarakan tuntutan penolakan penertiban truk Over Dimensi Over Load (ODOL).

Menurutnya, penertiban kendaraan Odol tak boleh hanya berdasarkan pendekatan hukum, tetapi juga harus memperhatikan aspirasi dari para sopir truk.

Mereka juga menyoroti pembatasan muatan truk seberat 8 ton. Sementara biasanya sopir truk dapat memuat beban 10 ton untuk sekali jalan.

Alhasil, tuntutan para sopir ini didengar oleh Komisi III DPRD Sultra yang diwakili Suwandi Andi dan Sudirman.

Anggota Komisi III DPRD Sultra, Sudirman mengatakan, sebenarnya kendaraan Odol ini tidak di benarkan, karena bisa membahayakan keselamatan bagi pengguna jalan lainnya.

“Kendaraan Odol bisa menyebabkan cepat rusak jalan di daerah kita dan muatan yang berlebihan membuat rawan terjadinya kecelakaan,” katanya, Kamis 17 Februari 2022.

Akan tetapi, karena melihat tarif yang diberikan oleh perusahaan cukup redah, mau tidak mau para sopir harus memuat muatan berlebihan.

“Saya dapat info dari mereka satu ton yang dibiayai oleh perusahaan hanya 65 per ton, sedangkan kalau mereka hanya memuat 8 ton itu hanya Rp 580 ribu dari Moramo sampai ke Morosi,” ucap Sudirman.

Hal itu tidak mampu menutupi biaya personal dari bahan bakar sopir dan yang lain-lain. Jadi untuk mencukupi itu semua, bukan dengan melebihi muatan, akan tetapi solusi yang terbaik tarifnya harus dinaikkan oleh perusahaan.

Untuk itu, pihaknya akan mencari solusinya dan akan memanggil pihak-pihak terkait termasuk pihak perusahaan terkait.

“Untuk hearing dengan pihak-pihak terkait akan dijadwalkan pada hari Selasa, 22 Februari minggu depan,” Sudirman memungkasi.

Penulis: Aryani fitriana
Editor: Rin

DPRD Sultra Janji Berikan Solusi Kepada Pengendara Truk ODOL

PUSDAYANEWS.COM, KENDARI – Forum Sopir Truk Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi demo di Kantor DPRD Sultra untuk menyuarakan tuntutan penolakan penertiban truk Over Dimensi Over Load (ODOL).

Menurutnya, penertiban kendaraan ODOL tak boleh hanya berdasarkan pendekatan hukum, tetapi juga harus memperhatikan aspirasi dari para sopir truk.

Mereka juga menyoroti pembatasan muatan truk seberat 8 ton. Sementara biasanya sopir truk dapat memuat beban 10 ton untuk sekali jalan.

Alhasil, tuntutan para sopir ini didengar oleh Komisi III DPRD Sultra yang diwakili Suwandi Andi dan Sudirman.

Anggota Komisi III DPRD Sultra, Sudirman mengatakan, sebenarnya kendaraan Odol ini tidak di benarkan, karena bisa membahayakan keselamatan bagi pengguna jalan lainnya.

“Kendaraan Odol bisa menyebabkan cepat rusak jalan di daerah kita dan muatan yang berlebihan membuat rawan terjadinya kecelakaan,” katanya, Kamis 17 Februari 2022.

Akan tetapi, karena melihat tarif yang diberikan oleh perusahaan cukup redah, mau tidak mau para sopir harus memuat muatan berlebihan.

“Saya dapat info dari mereka satu ton yang dibiayai oleh perusahaan hanya 65 per ton, sedangkan kalau mereka hanya memuat 8 ton itu hanya Rp 580 ribu dari Moramo sampai ke Morosi,” ucap Sudirman.

Hal itu tidak mampu menutupi biaya personal dari bahan bakar sopir dan yang lain-lain. Jadi untuk mencukupi itu semua, bukan dengan melebihi muatan, akan tetapi solusi yang terbaik tarifnya harus dinaikkan oleh perusahaan.

Untuk itu, pihaknya akan mencari solusinya dan akan memanggil pihak-pihak terkait termasuk pihak perusahaan terkait.

“Untuk hearing dengan pihak-pihak terkait akan dijadwalkan pada hari Selasa, 22 Februari minggu depan,” Sudirman memungkasi.

Penulis: Aryani fitriana

Editor: Rin

By editorpusdayanews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.