Corona Mengganas Usai Pembatasan Dicabut, PM Belanda Minta Maaf

foto: Mark Rutte (dok. REUTERS/Robin Van Lonkhuijsen/Pool) detikNewsInternasional

PUSDAYANEWS-INTERNASIONAL: Amsterdam

Perdana Menteri (PM) Belanda, Mark Rutte, mengakui bahwa pembatasan virus Corona (COVID-19) dicabut terlalu cepat di negaranya. Rutte lantas meminta maaf atas lonjakan kasus Corona yang sampai mencapai level tertinggi untuk tahun ini.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (13/7/2021), Rutte pada Jumat (9/7) lalu memberlakukan kembali pembatasan untuk bar, restoran dan kelab malam setempat dalam upaya menghentikan rangkaian penularan Corona di kalangan anak muda.

Pembatasan diberlakukan kembali dua pekan setelah otoritas Belanda mencabut sebagian besar langkah lockdown ketika kasus menurun. “Apa yang kami pikir mungkin, ternyata tidak mungkin dalam praktiknya,” ucap Rutte kepada wartawan setempat.

“Kami memiliki penilaian yang buruk, yang kami sesali dan kami meminta maaf untuk itu,” ujarnya.

baca juga Kritikan Korut ke Paman Sam soal Skema Politik Jahat Berbalut Bantuan

Permintaan maaf Rutte ini menandai perubahan drastis pada sikapnya, terutama ketika dia berulang kali membela kebijakan melonggarkan pembatasan Corona sebagai ‘langkah logis’ dan menolak disalahkan atas dugaan salah urus pemerintahan.

Sikap Rutte sebelumnya menuai kritikan tajam dari otoritas kesehatan Belanda, yang menilai pemerintah bertindak terlalu gegabah karena sama saja mendorong kaum muda untuk pergi keluar lagi di tengah pandemi.

Jumlah kasus Corona di Belanda melonjak ke angka tertinggi sepanjang tahun 2021 dalam beberapa hari terakhir, sejak keputusan membuka kembali sepenuhnya bar, restoran dan kelab malam diumumkan dua pekan lalu.

Sistem pemeriksaan kesehatan dan tes Corona wajib untuk masuk ke bar, restoran dan kelab malam diberlakukan, namun tidak efektif dengan terlalu banyaknya orang-orang yang pergi keluar malam setelah berbulan-bulan lockdown.

baca juga Bersyarat: Arab Saudi Izinkan Orang Masuk di Negaranya

Sejauh ini, lonjakan kasus Corona tidak memicu kenaikan jumlah pasien di rumah sakit, mengingat kebanyakan kasus baru terdeteksi di kalangan anak muda yang cenderung tidak sakit parah, dan sebagian besar, warga lanjut usia yang lebih rentan telah divaksinasi.

Namun Menteri Kesehatan Belanda, Hugo de Jonge, menyatakan bahwa rendahnya angka rawat inap saat ini bisa terancam dengan adanya kenaikan kasus yang ‘belum pernah terjadi sebelumnya’. Selain meminta maaf kepada rakyatnya, Rutte juga mengakui bahwa kinerjanya bukanlah yang terbaik. “Kami diminta untuk merefleksikan keputusan kami sendiri. Tidak benar bahwa kami tidak melakukannya,” tandasnya.

sumber: detikNewsInternasional

By adminpusdayanews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.