Lingkungan

Di awal tahun 2022, MUSPROV II DPP PERTALINDO SULTRA Melahirkan Ketua DPP dan Dewas baru Periode 2022-2026

Di awal tahun 2022, MUSPROV II DPP PERTALINDO SULTRA Melahirkan Ketua DPP dan Dewas baru Periode 2022-2026

foto pusdayanews.com: Ketua DPP PERTALINDO SULTRA (deniyatno, ST., MT) dan Ketua DEWAS (Iskandar, P.hD) Periode 2022-2026 bersama Wakil Ketua DPN PERTALINDO (Dr.La Ode Ngkoimani) dan Ketua Bidang DPN PERTALINDO ( Prof. La Ode Safuan) PUSDAYANEWS.COM. KENDARI Pada awal Tahun 2022, Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (PERTALINDO) Sulawesi Tenggara, menggelar hajatan Musyarawah Provinsi (MUSPROV) II DPP PERTALINDO SULTRA masa kerja 2022-2026 yang dilaksanakan pada Hari Sabtu 29 Januari 2022. Kegiatan MUSPROV II DPP PERTALINDI SULTRA, merupakan agenda urgen Organisasi yang bertujuan untuk memilih Ketua DPP PERTALINDO SULTRA¬† dan Dewan Pengawas (DEWAS). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk…
Selengkapnya
DLH Kendari Beli Dua Unit Mobil Penyapu Jalan Seharga Rp5,6 Miliar

DLH Kendari Beli Dua Unit Mobil Penyapu Jalan Seharga Rp5,6 Miliar

PUSDAYANEWS.COM, KENDARI - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) beli dua unit mobil Road Sweeper atau penyapu jalan, untuk mengatasi masalah kebersihan di kota lulo. Masing-masing untuk satu mobil penyapu jalan itu harganya Rp2,8 miliar. Jadi jika dua unit kendaraan yang akan di beli maka mencapai Rp5,6 miliar. "Tahun 2022 kita ada pengadaan mobil sweeper, mobil penyapu. Ada dua unit, Insyaallah dalam waktu dekat tinggal saya laporkan keatasan kemudian saya menyurat untuk dilelang supaya awal tahun itu sudah ada," kata Kepala DLHK Kota Kendari, Nismawati, Jumat 28 Januari 2022. Menurutnya, mobil penyapu jalanan ini bisa mengatasi debu-debu, pasir, sampah-sampah lunak…
Selengkapnya
Sulsel Banjir, Walkot Makassar: Bukan Banjir Tapi Genangan Cukup Tinggi

Sulsel Banjir, Walkot Makassar: Bukan Banjir Tapi Genangan Cukup Tinggi

PUSDAYANEWS.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto menyebut musibah yang terjadi di wilayahnya bukan terendam banjir, melainkan saat ini direndam genangan yang cukup tinggi. "Sekarang secara menyeluruh hampir semua ada genangan yang cukup tinggi. Kenapa saya katakan genangan, bukan banjir, karena ini lebih pada pengaruh rob atau air laut tinggi. Tadi malam itu paling tinggi dan curah hujan kita paling besar ini pagi," kata Danny Pomanto kepada wartawan, Selasa 07 Desember 2021 seperti dikutip Pusdayanews dari laman Detik.com Dia juga mengatakan, ada beberapa warga yang sudah mulai mengungsi, meski kebanyakan warganya masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Danny mengaku…
Selengkapnya
Dua Jam Diguyur Hujan, Dua Kelurahan di Toraja Terendam Banjir

Dua Jam Diguyur Hujan, Dua Kelurahan di Toraja Terendam Banjir

PUSDAYANEWS.COM, KENDARI - Dua jam di guyur hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan dua kelurahan di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan terendam banjir. Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Muhammad Firda mengatakan, hujan deras yang mengguyur di wilayah Sulawesi Selatan, termasuk di Tana Toraja mengakibatkan air meluap dari sungai-sungai kecil. "Hujan deras selama dua jam, mengakibatkan air dari sungai kecil yang berada di Kelurahan Ariang dan Tondo Mamullu, Kecamatan Makale, meluap dan merendam sekitar 40 rumah warga," kata Plt BPBD Sulsel, di kutip dari CNNIndonesia, Minggu (21/11/2021). Menururnya, ketinggian air yang merendam tahan Toraja tersebut mencapai 50 cm.…
Selengkapnya
Bahas Polemik Pertambangan, HMI Baubau Adakan Dialog Publik

Bahas Polemik Pertambangan, HMI Baubau Adakan Dialog Publik

PUSDAYANEWS.COM, BAUBAU - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baubau mengadakan dialog publik dengan tema menagih janji Indonesia, pertambangan dan janji kesejahteraan sosial di Baubau, Sabtu malam, 21 November 2021. Hal itu dilakukan mengingat di Baubau kian marak pertambangan dan ekploitasi ilegal. Dialog ini menghadirkan narasumber dari pihak pemerintah hingga konsultan pertambangan. Asisten II Kota Bau Bau, Ibnu Wahid mengatakan, sumber daya alam (SDA) yang menjadi mainstream nasional seperti pertambangan harus dikelola dengan baik tanpa merusak kearifan lokal, sehingga menciptakan ekosistem yang lebih baik dan menyejahterakan masyarakat. "Peran pertambangan saat ini sudah menjadi kewenangan pusat. Pertambangan itu sendiri juga sudah masuk…
Selengkapnya