Kasus

Uang Palsu yang Beredar di Konawe Ternyata Bersumber dari Akun Telegram

Uang Palsu yang Beredar di Konawe Ternyata Bersumber dari Akun Telegram

PUSDAYANEWS.COM, KENDARI - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Konawe berhasil mengamankan tiga pengedar uang palsu (upal) di wilayah Konawe. Ketiga tersangka pengedar upal itu bernama Harun (21) asal Kabupaten Kolaka serta RF (15) dan MA (18) yang masih di bawah umur. Keduanya merupakan warga pondidaha. Upal tersebut ia dapatkan dari D melalui aplikasi Telegram. Pelaku (Harun) membeli Rp3 juta upal dengan harga satu juta. Kasat Reskrim AKP Moch. Jacub Nursagli Kamaru mengatakan, ketika mengamankan pelaku (Harun) di kediamannya, ia menemukan berupa uang palsu yang belum digunting. “Upal yang kami temukan berupa pecahan Rp50 ribu sebanyak 30 Lembar dan termasuk yang…
Selengkapnya
Waspada, Rp15 Juta Uang Palsu Beredar di Konawe Selama Desember 2021

Waspada, Rp15 Juta Uang Palsu Beredar di Konawe Selama Desember 2021

PUSDAYANEWS.COM, KONAWE - Warga Konawe kini harus mulai berhati-hati saat melakukan transaksi. Pasalnya, uang palsu (upal) tersebut telah beredar banyak di wilayah tersebut. Hal itu berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Konawe, ketika berhasil mengamankan upal pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Pengedar upal itu berasal dari Kabupaten Kolaka, bernama Harun (21). Ia diamankan di kediamannya di Jalan Pemuda Balandete, Kabupaten Kolaka, pada Selasa (22/22) kemarin. Kasat Reskrim Polres Konawe, Moch Jacub N. mengatakan, saat penggerebekan rumah pelaku ditemukan berupa uang palsu pecahan Rp50 ribu sebanyak 30 Lembar dan termasuk yang belum di gunting uang pecahan Rp100 ribu sebanyak satu lembar.…
Selengkapnya
Wanita 27 Tahun di Konut Tewas Gantung Diri, Tinggalkan Sepucuk Surat

Wanita 27 Tahun di Konut Tewas Gantung Diri, Tinggalkan Sepucuk Surat

PUSDAYANEWS.COM, KENDARI - Seorang wanita muda berinisial ANW (27) ditemukan tewas tergantung di atas pentilasi jendela kamar kos-kosan, yang berada Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Minggu (20/02) siang. Sebelumnya, warga setempat bernama Rijal mendatangi kos korban sambil mengetuk pintu dan memanggil nama korban, namun tak ada yang menyahut. Kasubsi PIDM Humas Polres Konut Bripka Irwan Saputra Basir mengatakan, setelah itu Rijal memanggil keluarga korban,l alu mengecek lewat jendela kamar dan melihat korban sudah kondisi tewas. “Dia melihat korban sudah meninggal dunia dengan posisi gantung diri di pentilasi jendela dengan tali nilon yang terikat di lehernya,"…
Selengkapnya
Oknum Kades di Konda Jadi Tersangka Penyerobotan Lahan Brimob Polda Sultra

Oknum Kades di Konda Jadi Tersangka Penyerobotan Lahan Brimob Polda Sultra

PUSDAYANEWS.COM, KENDARI - Kepala Desa Puosu Jaya, Kecamatan Konda, berinisial LA ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan penyerobotan lahan milik Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal ini dibenarkan langsung oleh Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan. "Terlapor Langa yang berprofesi sebagai Kades Puosu Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, sudah ditetapkan (sebagi tersangka) dan telah diperiksa sebagai tersangka penyerobotan tanah milik Polri yang sekarang lokasi Brimob," katanya, Senin 21 Februari 2022. Awalnya sekitar 2019, LA melakukan penggusuran dan penimbunan di lokasi lahan restlement Polri serta mendirikan bangunan berupa rumah panggung. Ferry Walintukan menerangkan, sebelumnya beberapa anggota Brimob Polda Sultra…
Selengkapnya
Modal Traktir Siomay, Pria di Baubau Cabuli Dua Gadis

Modal Traktir Siomay, Pria di Baubau Cabuli Dua Gadis

PUSDAYANEWS.COM, BAUBAU - LS (36) warga Kota Baubau telah mencabuli dua orang gadis dibawah umur. Kedua gadis ini berumur 16 tahun yang berinisial RS dan HR. Kejadian bejat itu bermul ketika korban dijemput oleh pelaku menggunakan sepeda motor. Pelaku berinisiatif mengajak korban makan siomay yang berada di Pasar Malam Karya Baru. Namun, ketika diperjalanan, tak disangka pelaku mengubah arah perjalanan menuju Hutan Samparona. Kemudian pelaku menurunkan kedua korban di tempat yang terlihat sepih. Untuk memuaskan nafsu bejatnya, pelaku menarik paksa korban pertama yakni HR untuk melakukan oral seks. Korban berusaha untuk melawan namun tak  berdaya lantaran mendapat ancaman dari pelaku.…
Selengkapnya
Paman di Kolut Cabuli Keponakan Sendiri Saat Sedang Tidur

Paman di Kolut Cabuli Keponakan Sendiri Saat Sedang Tidur

PUSDAYANEWS.COM, KENDARI - Seorang paman berinisial AS, warga Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) nekat menodai kehormatan ponakannya sendiri yang masih dibawah umur, dengan cara mencabulinya. AS mencabuli keponakannya bernama Bunga (nama samaran) pada Kamis (03/02/2022) lalu, sekitar pukul 02.00 WITA. Aksi itu terungkap ketika saudara korban AE menceritakan kejadian itu kepada orang tuanya. Saat itu pada hari Kamis tanggal 10 Februari 2022 orang tua korban melaporkan ke pihak kepolisian. Kapolsek Kolut, AKBP Yosa Hadi Saat diminta keterangannya membenarkan kejadian tersebut. Saat itu korban bernama Bunga sedang tidur pulas di dalam kamar. "Korban saat itu sedang tidur kemudian pelaku masuk…
Selengkapnya
DPRD Sultra Janji Berikan Solusi Kepada Pengendara Truk Odol

DPRD Sultra Janji Berikan Solusi Kepada Pengendara Truk Odol

PUSDAYANEWS.COM, KENDARI - Forum Sopir Truk Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi demo di Kantor DPRD Sultra untuk menyuarakan tuntutan penolakan penertiban truk Over Dimensi Over Load (ODOL). Menurutnya, penertiban kendaraan Odol tak boleh hanya berdasarkan pendekatan hukum, tetapi juga harus memperhatikan aspirasi dari para sopir truk. Mereka juga menyoroti pembatasan muatan truk seberat 8 ton. Sementara biasanya sopir truk dapat memuat beban 10 ton untuk sekali jalan. Alhasil, tuntutan para sopir ini didengar oleh Komisi III DPRD Sultra yang diwakili Suwandi Andi dan Sudirman. Anggota Komisi III DPRD Sultra, Sudirman mengatakan, sebenarnya kendaraan Odol ini tidak di benarkan, karena bisa…
Selengkapnya
Saksi Dugaan Kasus Penganiyaan Kadis Kominfo Sultra Dipanggil Polisi

Saksi Dugaan Kasus Penganiyaan Kadis Kominfo Sultra Dipanggil Polisi

PUSDAYANEWS.COM, KENDARI - Penyidik Kepolisian Resort (Polres) Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) akan memanggil beberapa saksi atas penganiayaan Ridwan Badala (RB) Kasat Reskrim, AKP I Gede Pranata Wiguna mengatakan, saat ini pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada beberapa saksi atas dugaan penganiyaan itu. "Masih kita lakukan pemanggilan saksi-saksi. Nanti perkembangan lebih lanjut diinfokan," katanya Kamis 17 Februari 2022. Saat dimintai keterangannya, Ridwan Badala mengaku bahwa, penganiyaan itu terjadi saat ia bersama pelaku sedang diskusi sambil bercanda, namun tiba-tiba korban langsung dianiaya yang mengakibatkan bibirnya berdarah. "Jadi kronologinya saya sama beberapa kadis sedang diskusi sambil bercanda bersama Yusuf mundu. Karena ada candaan mungkin…
Selengkapnya
Mayat Pria Ditemukan Membusuk Didalam Warung Kosong Depan Kampus UHO

Mayat Pria Ditemukan Membusuk Didalam Warung Kosong Depan Kampus UHO

PUSDAYANEWS.COM, KENDARI - Warga sekitaran kampus baru Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari di hebohkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas, sekitar pukul 13.00 WITA. Mayat tersebut ditemukan ditemukan membusuk di dalam sebuah warung kosong di Lorong Perintis, Jalan HEA Mokodompit, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu. Kapolsek Poasia, Kompol Muhammad Salam saat dikonfirmasi mengatakan, untuk saat ini masih menunggu hasil dari tim forensik terkait kematiannya. “Belum diketahui (identitas). Saat ini kami masih menunggu tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara,” Salam memungkasi. Untuk diketahui, Menurut informasi yang didapatkan, mayat tersebut diduga mengalami gangguan kejiwaan. Penulis: Aryani fitriana Editor: Rin
Selengkapnya
Tepis Pernyataan Kepala Bapenda, Kadis Kominfo Sultra: Itu Tidak Benar

Tepis Pernyataan Kepala Bapenda, Kadis Kominfo Sultra: Itu Tidak Benar

PUSDAYANEWS.COM, KENDARI - Kepala Dinas Kominfo Sultra, Ridwan Badallah menepis ucapan Kepala Bapenda Sultra, Yusuf Mundu. Dalam ucapannya, Yusuf Mundu tidak menerima perkataan kasar yang menyebabkan emosinya naik, hingga memukul Ridwan Badallah yang menyebabkan pecah bibir. Ridwan Badallah mengatakan, dirinya dirinya tidak pernah mengeluarkan perkataan kasar. Yang ada hanya membalas perkataan kasar Yusuf Mundu kepada dirinya dengan candaan. “Dia kan kata-katai saya, tapi saya santai saja balas dengan candaan. Saya bilang kaki saya masih bisa menendang sampai di kepala. Itu saya bilang banyak kok saksinya, jadi apa yang dikatakan itu tidak benar,” kata Ridwan, Jumat 11 Februari 2022. Mengenai terjadinya…
Selengkapnya