BPVP Kendari Buka Pelatihan Asesor Kompetensi

PUSDAYANEWS.COM, KENDARI – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari membuka pelatihan asesor kompetisi disalah satu hotel dikendari dengan tujuna menciptakan tenaga penguji handal dan kompeten.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Muhammad Ali Haswandy memgatakan tenaga penguni di Sultra sangat diperlukan untuk melakukan pengujian dan membuktikan keahlian angkatan kerja.

“Kalau angkatan kerja kita memiliki sertifikat keahlian atau sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan atas itu, maka untuk mendapatkan pekerjaan tidaklah susah,” kata Ali, Senin 7 Mei 2022

Merujuk pada data yang dimiliki pihaknya, saat ini ada 90.000 tenaga kerja di Sultra yang terdaftar sebagai penerima upah, dari jumlah tersebut yang tersertifikasi belum menyentuh angka 20 persen. Hal ini sesuai dengan data yang dikeluarkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), bahwa di Indonesia jumlah angkatan kerja per 2020 yang tersertifikasi hanyalah 299.604 orang.

“Ini merupakan tantangan kita bersama, karena tenaga kerja bersertifikasi merupakan tuntutan dunia kerja nasional bahkan internasional,” jelas Ali

Sehingga, harapannya pelatihan yang diselenggarakan BPVP Kendari dapat terus berlanjut setiap tahunnya, sehingga tenaga penguji di Sultra cukup banyak untuk menciptakan tenaga kerja handal dan berdaya saing serta bersertifikasi.

“Saya juga berharap kepada para peserta yang saat ini sedang mengikuti pelatihan agar bersungguh-sungguh karena tenaga kerja kita membutuhkan ilmu dan keterampilan itu untuk membuktikan keahlian mereka,” lanjut Ali

Sementara itu, Kepala BPVP Kendari Dr La Ode Haji Polondu mengungkapkan harapan untuk output dari pelatihan yang terselenggara adalah terciptanya asesor yang handal dalam melaksanakan asesmen kompetensi.

“Ini sangat penting, karena tuntutan jaminan kompetensi kerja terus meningkat sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan dunia usaha atau dunia industri, baik pada tingkat nasional maupun internasional,” kata Polondu

“Pada konteks pelaksanaan uji kompetensi atau penilaian berbasis kompetensi, mensyaratkan tersedianya Asesor Kompetensi atau Workplace Assessors sebagai salah satu komponen utama dalam proses penilaian. Hal itu yang sedang dilaksanakan saat ini, para peserta akan diuji setelah pelatihannya dan jika lulus dan dinyatakan kompeten maka dapat menjadi asesor,” jelasnya.

Asesor sendiri, dengan kompetensi dan kewenangan yang dimilikinya dapat merekomendasikan dan memutuskan apakah seseorang sudah kompeten atau belum kompeten terhadap unit standar kompetensi yang dinilai.
Asesor tidak hanya dituntut untuk mampu menilai kompetensi seseorang, tetapi harus mampu membimbing dan mengarahkan peserta uji untuk dapat menampilkan seluruh kemampuan terbaik yang dimilikinya dalam memenuhi bukti-bukti yang dipersyaratkan pada satu atau sekelompok unit kompetensi tertentu. Oleh karena itu, perlu dipersiapkan asesor yang qualified dan certified.

“Penilai memiliki posisi dan peran yang strategis karena akan sangat menentukan kualitas uji kompetensi yang dilakukan. Pembuktian dari hasil asesmen menjadi salah satu jaminan mutu bahwa proses asesmen atau uji kompetensi yang dilakukan suatu LSP telah memenuhi kriteria dan standar yang ditetapkan,” paparnya.

Sedangkan, pelatihan asesor kompetensi bagi Instruktur Balai Pelatihan Kerja agar pelaksanaan asesmen yang dilakukan semakin baik dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja di Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Saya mendukung penuh untuk kelancaran dan kesuksesan pelatihan ini dan saya berharap kepada Master Asesor sebagai pelatih atau narasumber dapat memberikan yang terbaik kepada seluruh peserta pelatihan ini,” lanjut Polondu.

Dia juga berharap kepada para peserta pelatihan, agar mengikuti pelatihan dengan serius dan sungguh-sungguh sehingga Instruktur BPVP Kendari dan Instruktur BPVP Ambon serta Instruktur BLK UPTD dan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) semakin mantap kompetensinya dan ilmunya dapat digunakan dalam menjalankan tugas sebagai asesor.

“Semoga kita semua dapat mewujudkan cita-cita bersama yakni mewujudkan SDM yang unggul, kompeten dan handal agar mempunyai daya saing tinggi baik nasional maupun internasional,” tutupnya.

Untuk diketahui, Sultra hanya memiliki satu Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan itu di BPVP Kendari.

Sementara, pelatihan diikuti 20 peserta, berasal dari BPVP Kendari sebanyak tujuh orang, BPVP Ambon Provinsi Maluku sebanyak tiga orang, UPTD BLK Kabupaten Kolaka sebanyak dua orang, UPTD BLK Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) sebanyak dua orang, Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) sebanyak lima orang dan dari Akademisi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari sebanyak satu orang.

Penulis: Nur Cahaya
Editor: Rin

About Author

By editorpusdayanews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *