BPOM Kendari Lakukan Intensifikasi Pengawasan Produk Jelang Nataru

PUSDAYANEWS.COM, KENDARI – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kendari telah melakukan intensifikasi pengawasan terhadap produk obat dan kosmetik jelang Natal dan tahun baru (Nataru) 2022, yang dilakukan sejak 1 hingga 21 Desember 2021.

Kepala BPOM kendari, Yoseph Nahak Klau mengatakan, intensifikasi pengawasan diutamakan pada produk tanpa izin edar (TIE), kedaluwarsa dan rusak (kemasan penyok, kaleng berkarat dan lain-lain).

“Yang sarana distribusinya di distributor dam retail, dengan total 39 sarana. 16 diantaranya sarana distributor dan 23 lainnya ritel.” kata Yoseph, Senin 27 Desember 2021.

Dari 16 sarana distributor terdapat 13 yang memenuhi ketentuan (MK) dan 3 yang tidak memenuhi ketentuan (TMK). Sementara dari 23 sarana ritel, 10 MK dan 13 TMK.

“Ternyata kepatuhan lebih tinggi dari distributor dibanding ritel. Ritel sebagain besar tidak memenuhi ketentuan karena menjual produk yang kadaluarsa dan rusak,” ujar Yoseph.

Ia mengatakan, dari total TMK selama nataru ditemukan produk yang rusak sebanyak 125 item, kadaluarsa 12 item dan tidak ada tanpa izin edar.

“Total nilai ekonomis temuan dari hasil intensifikasi jelang nataru yakni 1442 sebesar Rp2.043.500,” terang Yoseph.

Dalam pengawasannya, BPOM melakukan pengawasan bersama lintas sektor yang terdiri dari Disperindag Sultra dan Dinas Kesehatan Kota Kendari.

 

Penulis: Nur Cahaya

Editor: Rin

About Author

By editorpusdayanews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *